Cursor

SpongeBob SquarePants Mr. Krabs
Showing posts with label Family. Show all posts
Showing posts with label Family. Show all posts

Tuesday, August 25, 2020

Kebiasaan Ortu

Suka ada yang tanya, kecintaan gue sama baca buku atau nulis sesuatu itu dari mana sih asalnya?

Mungkin tanpa disadarin, kebiasaan bokap yang suka bawain majalah dari tempat kerjanya waktu gue SD sampe SMP buat gue baca di rumah jadi salah satu trigger gue suka baca bacaan apapun. Majalah yang suka dibawa justru bukan majalah hiburan, tapi majalah soal tempat kerja nya yang notabene adalah perusahaan transportasi taksi. Isinya ga akan jauh-jauh dari info perusahaan. Entah soal informasi pegawai bulan ini lah, kegiatan perusahaan, produk jasa layanan transportasi terbaru, dll.

Ada 1 buku yang paling gue inget sampe sekarang, dan bukunya masih ada di kamar di rumah. Buku berbahasa Inggris soal pengembangan diri yang bokap "pungut" di jok belakang taksi yang beliau beresin waktu jam kerja. Katanya itu punya penumpang "bule" yang ketinggalan dan ga ada yang klaim selama seminggu, akhirnya bokap bawa pulang trus dikasih ke gue buat gue baca.

Lahir dari keluarga biasa dan ga punya privilege, ngebuat gue ga sempet icip-icip kursus bahasa Inggris itu gimana. Bahan bacaan kek gitu sih yang jadi preferensi buat ngebiasain baca artikel bahasa Inggris.

Ketertarikan sama Harry Potter dari SMP justru sedikit ngasih hak istimewa ke gue kalo lagi pinjem buku di perpus SMP. Saking suka bolak-balik ke sana, mas-mas penjaga perpusnya sampe apal dan buatin kartu perpus cadangan karena suka abis di ttd buat diisi buku yang dipinjem. Alhasil, novel Harry Potter yang ada di lemari referensi dan ga bisa dipinjem sama siswa lain selalu diijinin buat dipinjem sama gue trus dibaca di rumah.
Sayang, sampe sekarang tinggal 3 judul lagi yang belum lengkap di rak buku kostan.

Oh iya, satu lagi.
Ada kebiasan gue dari kecil yang ga tau sih itu aneh apa emang orang lain juga lakuin pas nongkrong di kamar mandi.
Bacain satu-satu kemasan produk apapun yang ada di kamar mandi buat ilangin bosen di kamar mandi. Entah detergen, pembersih lantai, shampoo, sabun mandi, pasta gigi, dll. Suka bacain bahan aktifnya apa. Alamat PT nya di mana. Apa kegunaannya. Pertolongan pertama kalo keracunan produk itu gimana.
Gara-gara itu juga, pas pelajaran kimia kelas 1 SMP kebantu banget waktu ujian soal bahan kimia di rumah tangga ๐Ÿ˜‚

Kalo nulis dan nyatet sesuatu, mungkin diturunin dari nyokap yang suka nyatetin pemasukan sama pengeluaran keluarga tiap hari.
Jadi ada kebiasaan nyokap di rumah, beli beberapa buku tulis. Buat ditulisin kas masuk-keluarnya uang.
Dari situ akhirnya jadi kebiasaan juga sampe sekarang ngikutin catet pemasukan sama pengeluaran uang tiap bulan. Sampe kadang nempelin struk belanja juga kek buat LPJ ๐Ÿ˜‚

Berawal dari kebiasaan ortu yang kek gitu sepertinya, akhirnya gue nikmatin banget baca sesuatu apapun itu atau nyatet apapun, terutama soal pengeluaran.

Friday, July 19, 2019

Marriage

I just remember about the dialog with my big sister last night because there was a stranger who called and made her shock. It also made I was preached by her. I was shock too, by the way ๐Ÿ˜‘

"I also didn't agree if you're getting married right now. You're still childish for me. Even when you had been mature, it was better to you don't get married first. Please think about your duties, your education, and our little brother. Next year he must be continue to the college, isn't he? So, if you want to hear my opinion. Now, I can't support you for it. Sorry. I think mom and dad would be agree with me. You had to focus.", she said to me on the voice call.


So do I. I have my own priority. No one can push me to change it. Besides, marriage isn't the last goal in my life. It will be start to other problems and you have to deal with. I never listen any negative comments from the people around me (especially neighbour ๐Ÿ˜‚). Please, get married when you're ready and you want, not because of neighboring talk and social perspective.

But, I don't agree with her if it means watching Spongebob Squarepants on the 26 years old is childish.
I love Patrick
Everyone loves it ❤

Friday, September 2, 2016

Momo



             15 Januari 2013, kata ibuku aku lahir di hari itu bersama tiga saudaraku yang lain. Aku lahir di mesin cuci di rumah pemilik ibuku. Keluarga yang mempunyai ibuku sejak ibuku kecil sangat baik, mereka semua ada lima manusia baik. Tapi walaupun begitu, terkadang uncle dan onty yang memelihara kami suka terlambat memberi kami makan. Tapi kami senang tinggal di sana. Mereka semua baik dan menyayangi kami. Banyak pelukan dan belaian hangat yang aku, ibu, dan tiga saudaraku dapatkan dari keluarga kecil ini.
            Aku kucing kampung yang lucu dan menggemaskan. Rambut di badanku warna motifnya sangat unik. Kata uncle Rifky, salah satu anak keluaga pemilik kami yang sedang bersekolah di sekolah dokter hewan, warna dan motif rambutku seperti macan tutul hitam. Ekorku menyerupai ekor ibuku, panjang sekali. Ekor yang kupunya berbeda dengan ketiga saudaraku yang lain yang memiliki ekor pendek. Ada yang berbeda saat aku sedikit lebih dewasa. Ada hal yang istimewa di tubuhku. Kedua kelopak mata atasku tidak tumbuh dengan baik, jadi aku terlihat berbeda dengan kucing kampung lain. Mataku jadi terlihat sipit. Menurut uncle Rifky yang calon dokter hewan, aku mengidap kelainan baawaan yang dalam istilah kedokteran hewaannya disebut Ektopion. Tapi walaupun hanya aku yang memiliki kekurangan fisik, kami semua lucu dan aku tidak pernah sedih. Namun sayang, setelah empat hari kami lahir, ibu harus kehilangan dua saudaraku. Uncle Rifky cerita, mereka terinfeksi virus yang mengakibatkan sistem imun dua saudaraku itu menjadi lemah. Aku sebenarnya tidak mengerti apa yang dikatakannya. Ibuku terlihat sedih saat itu. Akhirnya mereka dikubur di dekat rumah tempat tinggal kami.
            Tidak terasa lima bulan sudah umur aku dan Muezza, saudaraku yang tinggal satu-satunya menemaniku. Kami bermain sepanjang hari. Berlari dan bermain di ruang tamu dan di sudut-sudut ruangan. Di waktu siang, aku dan adikku itu sangat senang menyusu di ibu kami. Tempat favorit kami menyusu adalah di bawah meja makan atau kursi teras. Aku dan saudaraku suka menyusu di tempat itu karena lantai tempat kami berbaring dingin. Karena udara tempat kami tinggal, di Kota Bekasi, sangat panas kalau siang hari. Apalagi saat berbaring santai di kursi teras ditemani angin sepoi-sepoi menerpa kami dan membuat sejuk. Terkadang juga membuat rambut ibuku tertiup lucu. Ibu juga sering mengajak kami bermain. Tapi kami akan dimarahi oleh pemilik kami kalau berkeliaran di jalan. Mereka mungkin khawatir jika kami tertabrak mobil atau  hal membahayakan lainnya yang dapat menimpa kami.
            Namun seiring berjalannya waktu dan kami makin tumbuh, ibu kami harus menyebrangi jembatan pelangi karena dipanggil oleh Tuhan. Ibu meninggal mendadak sekali dan tubuhnya ditemukan oleh uncle Rifky di bawah kursi di depan rumah kami. Aku sedih saat ibu harus kembali ke kandang lebih besar di langit dan semua anggota keluarga pemilik kami pun juga terlihat sedih. Padahal aku dan adikku sangat sayang dengan ibu. Ibu maafkan kami karena kami selalu menyusahkan ibu. Kami suka bandel karena sering mengganggu ibu kalau ibu sedang tidur atau sedang makan. Setiap waktu makan pasti ibu selalu mengalah tidak menyentuh makanan yang diberikan onty atau uncle dan menyuruh kami makan terlebih dahulu. Ibu baru makan kalau kami sudah tidak ingin makan dan mulai bermain lagi. Aku sering mengganggu ibu dengan menggigiti ekor ibu dan terkadang ibu merasa sakit dan memarahi aku. Tapi kami sangat sayang sekali dengan ibu. Semoga ibu mendapat ikan yang besar di langit.
            Siang itu aku dan Muezza sedang bermain. Namun, Muezza bermain terlalu jauh dari rumah. Hingga malam pun ternyata Muezza tidak kunjung pulang, aku membantu uncle dan onty ku mencari Muezza. Tapi tidak berhasil. Tiga hari Muezza hilang dan tak kunjung pulang. Terkadang aku menatap uncle dengan tatapan bertanya, “Muezza mana uncle?”. Tapi uncle hanya menjawab, “Mungkin Muezza sudah mendapatkan tempat hidup yang lebih baik lagi”. Setelah kepergian ibu, ternyata Tuhan sangat sayang denganku. Aku harus kehilangan saudara satu-satunya, teman bermain satu-satunya, Muezza. Muezza harus pergi meninggalkan rumah kami karena ada yang tertarik mengadopsinya.
            Aku tumbuh menjadi kucing kampung yang lucu. Hobiku bermain bersama teman-teman di luar rumah. Kalau siang hari terkadang aku bermain, namun kalau cuaca sedang panas aku akan tidur-tiduran di sofa atau di atas lantai. Aku sangat suka ketika uncle mengelus perutku saat aku tidur. Aku merasa nyaman sekali. Tapi kata uncle, aku punya kebiasan jelek. Aku kucing yang tidak sabaran kalau meminta makan. Aku akan mengeong keras sekali dan mendekati onty atau uncle dan berjalan manja di kaki mereka. Cara itu selalu berhasil untuk mendapatkan apa yang aku mau dari uncle atau onty. Sehabis itu, pasti aku diberi makan yang banyak. Setelah kenyang, aku biasanya menjilati bagian kakiku dan merasa kekenyangan. Kalau sudah kenyang, aku paling tidak suka kalau digendong atau dipegang. Aku pasti akan selalu mencoba menghindar saat ingin ditangkap dan berlari ke luar rumah untuk kembali main lagi.
            Aku punya cerita saat aku ditinggal oleh keluargaku. Malam sebelum mereka berangkat, uncle Rifky membuatkan aku dispenser makanan agar nanti saat aku lapar aku tetap bisa makan. Tidak lupa juga ia siapkan satu ember berisi air untuk minumku. Cukup lama sekali aku ditinggal oleh mereka, aku tidak tahu berapa lama. Saat aku ditinggal, esok hari setelah keluarga pemilikku pergi dan membawa banyak barang berisi pakaian dan kue-kue, aku melihat banyak sekali manusia lalu lalang di depan rumahku. Aku bingung, tapi aku senang karena ramai. Saat aku jalan-jalan di hari itu, ada banyak rumah-rumah yang membuang makanan. Tulang ayam, kesukaan teman-temanku di luar sana melimpah ruah. Aku sempat mengobrol dengan seekor teman di dekat rumahku.
“Apa yang sedang terjadi?”, tanyaku.
“Entahlah, aku juga tidak tahu. Yang jelas setiap tahun pasti ada yang seperti ini. Ada yang pergi membawa banyak tas dan barang-barang selama beberapa hari dan yang tidak pergi pun juga banyak. Pagi harinya, mereka manusia pergi ke tanah lapang dan berkumpul di sana. Mengumandangkan sesuatu di pengeras suara dari malam hingga pagi hari keesokan harinya. Suara mengagetkan disertai kilauan cahaya di langit juga meramaikan di hari itu. Di rumah-rumah, setelah mereka pulang berkumpul akan ada banyak sekali makanan dan saat itu lah kami berkumpul menunggu  tulang ayam kesukaan kami.”, cerita salah seekor teman dekatku di rumah. Aku tidak ikut makan dengan mereka karena uncle dan onty sudah menyiapkan makanan yang banyak sekali di teras rumah.
            Setelah lama menunggu di kursi teras rumah akuhirnya pada malam hari keluarga pemilikku pulang. Aku sangat senang sekali. aku mengeong sangat keras karena aku kangen mereka. Sudah lama sekali aku tidak melihat mereka. Walaupun makanan dan minuman melimpah, tapi tidak ada yang mengelusku. Aku kangen saat onty mencium kepala dan mengelus leherku. Aku senang sekali mereka kembali. Kukira mereka marah dengan kelakuanku yang terkadang nakal, tapi tenyata mereka pulang juga.
            Itulah kisahku, kucing kampung biasa yang pemiliknya memberikan nama Momotaro padaku. Sekarang aku sudah berumur 1 tahun dan badanku makin gemuk. Aku sangat senang tinggal di keluarga ini. Walau aku sudah ditinggal ibu dan saudara-saudaraku tapi aku masih punya onty dan uncle yang sangat sayang padaku. Namun aku terkadang suka kesal dengan uncle Rifky yang senang menarik pipiku dan menciumnya. Aku suka kesakitan karenanya. Walaupun begitu tapi aku sangat sayang padanya. Uncle selalu membersihkan telingaku, menggunting kukuku, dan setiap uncle ada di rumah ia selalu memeriksaku dengan benda yang satu sisinya ditaruh di dadaku dan satunya lagi di telinganya. Uncle juga sering membuka mulutku dan menaruh benda ke bagian tubuhku yang mengeluarkan pup dan berbunyi bip....bip jika sudah terlalu lama. Aku suka tidak bisa diam kalau sedang diperiksa dan dimandikan, tapi uncle selalu bilang ini dilakukan agar aku selalu sehat dan tidak sakit. Kalau aku gatal, uncle selalu memeriksa kulit yang kugaruk dan memberi sesuatu di bagian yang gatal itu. Rasanya dingin tapi nyaman sekali. Aku sayang sekali dengan uncle dan onty pemilikku. Mereka sangat baik sekali. Semoga Tuhan selalu memberikan kesehatan dan uang yang melimpah untuk mereka semua agar mereka bisa tetap bermain dan memberikan aku makanan lezat yang aku suka.

Sunday, August 5, 2012

ใผใ ใฎ ใกใก ใฎ ใŸใ‚“ใ˜ใ‚‡ใ†ใณ

ใŠใŸใ‚“ใ˜ใ‚‡ใ†ใณ ใŠใ‚ใงใจใ† ใญ、 ใผใ ใฎ ใกใก ^o^
ใ—ใ‚ใ‚ใ› ใŠ ใ‚ใ‚Šใพใ™ ใ‚ˆใ†ใซ。
ใฉใ‚‚ใ† ใ‚ใ‚ŠใŒใจใ† ใ”ใ–ใ„ใพใ—ใŸ。
Semoga panjang umur, selalu sehat, dan selalu menjadi ayah yang terbaik ya :-)

Kue ulangtahun Blackforest Kukus buatan saya sendiri b(^o^)d