Cursor

SpongeBob SquarePants Mr. Krabs

Monday, January 21, 2019

Hernia pada Kucing


Pernahkan Om dan Tante menemukan kucing dengan benjolan lunak di daerah sekitar perut, daerah umbilikal atau pusar, lipatan paha, atau bahkan daerah kantung testis pada kucing jantan? Dan apabila kita coba untuk diraba dan dipencet ke dalam, benjolan tersebut hilang seketika namun akan kembali muncul apabila tidak ditahan. Benjolan tersebut mungkin sangat jelas terlihat dan membuat pemilik menjadi khawatir terhadap kondisi Si Mpus. Bisa jadi benjolan tersebut adalah gejala Si Mpus sedang mengalami kondisi kelainan yang disebut sebagai HERNIA. Dalam dunia kedokteran hewan, hernia dikenal sebagai sebuah kelainan di mana terdapat cincin atau lubang pada otot-otot di daerah tertentu, sehingga organ-organ pada ruang perut menjadi masuk dan membentuk sebuah kantung di bawah kulit. Kantung yang berisi organ-organ ruang perut inilah yang nampak seperti sebuah benjolan pada daerah tersebut. Adapun lubang yang menyebabkan hernia pada umumnya dapat terbentuk karena beberapa hal, di antaranya akibat trauma fisik sehingga membuat robeknya otot atau juga dapat terjadi karena adanya kelainan bawaan sejak lahir atau bersifat kongenital.

Gambaran sketsa memperlihatkan kondisi di dalam kantung hernia yang terlihat seperti benjolan.

Dengan begitu, sangatlah berbahaya apabila hernia tidak ditangani dengan segera, mengingat isi dari kantung tersebut adalah organ-organ pencernaan penting, seperti usus, dan bahkan organ perut lain seperti hati, limpa, dan lambung pada kasus-kasus tertentu.


Lalu, apa saja jenis-jenis hernia yang dapat diderita oleh Si Mpus?

Terdapat beberapa macam hernia yang dapat dialami oleh kucing. Di antaranya adalah:
  1. Hernia abdominalis, hernia jenis ini cukup sering ditemukan pada beberapa kucing muda dan dewasa. Hernia abdominalis terjadi karena robek atau berlubangnya otot di daerah perut bagian bawah sehingga karena pengaruh gravitasi membuat organ perut di dalamnya turun dan tertampung di bawah kulit.

  1. Hernia umbilikalis, hernia jenis ini biasanya sering terjadi pada kucing muda yang mengalami gangguan pada penutupan saluran umbilikal atau pusar yang pada awalnya sebagai jalan masuk nutrisi dari induk ke janin. Karena tidak menutup sempurna setelah dewasa, kondisi ini menimbulkan lubang penyebab hernia. Pada kucing muda yang berusia 3-4 bulan dengan diameter lubang sebesar 1 cm dapat menutup dengan sendirinya. Namun, pada kucing dewasa dengan  lubang yang besar harus dilakukan pembedahan.

  1. Hernia ingunalis, hernia yang terjadi karena akibat robeknya dinding perut pada daerah ingunal atau  lipatan paha.

  1. Hernia scrotalis, hernia yang hanya terjadi pada kucing jantan. Organ dalam pada ruang perut, biasanya usus, menjadi terdorong ke dalam kantung testis (scrotum) sehingga testis nampak membesar. Pada manusia, hernia jenis ini biasa dikenal sebagai istilah "turun berok".

  1. Hernia diafragmatika, hernia yang terjadi akibat adanya robekan trauma fisik seperti sehabis tertabrak atau adanya lubang bawaan sejak lahir pada otot diafragma akibat gangguan pembentukan diafragma saat kucing masih dalam kandungan (peritoneal-pericardial diaphragmatic hernia atau PPDH) sehingga saat diraba rongga perut seakan kosong karena organ perut bergeser ke dalam rongga dada. Limpa, hati, lambung, bahkan usus dapat masuk ke rongga dada. Hernia jenis ini memang tidak dapat dilihat sebagai sebuah tonjolan di permukaan kulit karena yang mengalami kerobekan adalah otot diafragma yang memisahkan antara rongga dada dengan rongga perut Si Mpus. Sehingga gejala yang dapat Om dan Tante temukan pada hernia diafragmatika adalah kucing mengalami kesulitan bernapas akibat paru-paru didesak oleh organ perut sehingga ruang dada menyempit atau kucing dapat mengalami gangguan pencernaan ringan tergantung dari keparahan hernianya.


Bagaimana tingkat kesembuhan dari kejadian hernia ini?

Tingkat kesembuhan dari hernia sangat tinggi apabila segera ditangani. Artinya semakin dini hernia diketahui,makasemakin tinggi kesempatan Si Mpus dapat sembuh dan kembali normal. Tindakan yang dapat dilakukan untuk mengobati hernia adalah dengan jalan melakukan pembedahan dan menutup lubang atau cincin penyebab hernia serta mengembalikan organ perut pada kondisinya semula.
Oleh karena itu, apabila Om dan Tante menemukan kondisi benjolan tak wajar di daerah-daerah tersebut hendaknya segera membawa Si Mpus ke dokter hewan agar mendapatkan penanganan medis yang tepat. Sehingga kucing penderita hernia tidak menjadi lebih buruk kondisinya dan dapat hidup sehat kembali seperti semula.

Wednesday, September 12, 2018

Antara Olsztyn, Bogor, dan kesempatan Geissen

Takdir mungkin emang jadi acuan gue buat jalanin hidup. Waktu ternyata ngejawab semuanya. Setelah akhirnya gue yang bisa bekerja di akuarium itu, yang ditolak dari lembaga penelitian di Ancol, dan yang mulai menikmati aktivitas sebagai seorang dokter hewan yang bekerja dengan snelli dan stetoskopnya, Sang Pencipta justru mengabulkan keinginan terpendam gue buat ngejar harapan jadi peneliti dan pengajar di universitas (a.k.a dosen). 2017-2018, tahun yang berat buat karir dan hidup gue. Jatuh bangun udah ngebentuk gue jadi pribadi yang belajar buat nerima semua kenyataan kalau apa yang kita rencanakan itu ga bisa 100% terealisasi semuanya.

2018 menjadi tahun pertama gue berburu beasiswa. Diawali dari semangat buat cari beasiswa lagi setelah tahu seorang teman diterima Ph.D programme dan beasiswa penuh buat lanjut ke Jepang. Memotivasi gue kalau gue juga harus merealisasikan impian buat kembali ke bangku universitas secepatnya, dan harus terpikir buat coba apply ke luar negeri. Ditengah-tengah kesibukan praktek di klinik, gue selalu menyempatkan diri buat buka berbagai macam beasiswa yang biasanya banyak dibuka di bulan-bulan Februari hingga Juni. Awalnya sempat ketemu beasiswa Master Mind Scholarship Fellowship Programme, beasiswa Pemerintah Belgia yang biasanya dibuka di awal tahun tapi ternyata kelewat deadline pendaftarannya waktu itu.

Akhirnya mulai tertarik buat cari beasiswa universitas di Taiwan. Sempat kontak via email dengan pihak universitasnya (waktu itu gue kepikiran ambil Aquaculture - National Taiwan Ocean University (NTOU)), tapi setelah mengirim semua berkas untuk seleksi universitas ga ada jawaban lagi dari sana. Sempat lulus seleksi awal di Fisheries Sciences and Technology Kasetsart University - Thailand (Dengan harapan bisa balik lagi ke Bangkok, main tiap weekend ke Chatuchak Market, ketemu temen lama waktu extern dulu, dan menata kembali memori 3 tahun lalu yang ga bisa ilang ini), tapi ga dilanjutin karena ada seleksi wawancara berkenaan dengan financial planning dan kebentur sama sumber pemberi dana yang belum dikantongin. Alhasil, gue pun ga melanjutkan tahapan seleksi akhir buat dapetin LoA yang semisalnya ada bisa jadi modal di seleksi LPDP. Di waktu yang sama (sekitar bulan Maret 2018), akhirnya coba Ignacy Łukasiewicz Scholarship Programme, beasiswa khusus S2 full dari Pemerintah Polandia di mana rentang pendaftaran mulai 12 Maret 2018 - 11 Mei 2018. Dan coba ambil Microbiology, University of Warmia and Mazury in Olstzyn.

"Rentang waktu yang panjang buat mulai nyiapin berkas untuk daftar online", pikir gue.

Akhirnya selama 2 bulan itu mulai mempersiapkan berkas:
1. Scan passport,
2. Deskripsi rencana tesis yang akan diangkat dengan panjang naskah maksimal 2 halaman A4,
3. Scan ijazah dan transkrip S1 (first-cycle study) dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia,
4. Surat keterangan sehat pemeriksaan fisik dari dokter atau rumah sakit manapun yang penting dalam bahasa Inggris,
5. Scan sertifikat kemampuan bahasa Inggris minimal level B2 (TOEIC, TOEFL-ITP, TOEFL iBT, IELTS, ect.)
6. Dokumen lain (optional), kayak pengalaman kerja atau surat rekomendasi dari profesor,
7. Foto formal

Cuma itu? Ya cuma itu. Ga wajib pakai surat rekomendasi dan kemampuan bahasa Inggris ga harus pakai IELTS atau TOEFL iBT yang amat mahal. Itu yang buat gue semangat karena ga ribet buat ngurus semua dalam waktu 2 bulan ditengah-tengah keterbatasan yang ada. Alhasil, semua selesai di-submit dan di tanggal 14 Juni pun dapat kabar dari sistem online beasiswa tersebut kalau berkas gue lolos untuk tahap pertama dan harus nunggu sampai tanggal 14 Agustus buat pengumuman finalnya.

Di sela-sela mempersiapkan berkas Ignacy Łukasiewicz Scholarship Programme, gue pun dapat kabar dari chat grup angkatan kampus kalau salah satu profesor sedang mencari kandidat mahasiswa doktoral untuk beasiswa PMDSU Batch IV Angkatan Tahun 2018, beasiswa yang tahun 2017 lalu sempat terpikir di otak buat coba ikutan ngelamar tapi urung karena sudah diterima bekerja di akuarium, tempat yang dimau waktu itu.  Akhirnya pun memberanikan diri untuk kontak dengan profesor yang dimaksud, dan ga sangka ternyata jalannya sangat mulus hingga pada akhirnya.........

Minggu, 29 Juli 2018
Disaat lagi bengong nunggu pasien di tengah hari bolong sendirian ga ada partner jaga. Dikagetkan dengan telepon dari profesor dan mendapatkan kabar kalo berkas yang udah dikirim akan diteruskan ke Kemristekdikti untuk diproses dan diajukan lebih lanjut. Bagai petir di siang bolong ternyata kabar itu berhasil buat air mata ga malu keluar dari sarangnya. Tanpa berpikir panjang, akhirnya pun meng-iya-kan untuk bersedia jalanin beasiswa itu.

Di saat udah mantap sama hasil beasiswa PMDSU, ternyata Alloh Maha Baik memberikan lagi satu berita baik.

Selasa, 14 Agustus 2018
Satu hari sebelum kabar Surat Keputusan (SK) resmi PMDSU muncul dan sangat dinantikan ternyata dapat kabar bahagia kalau berkas beasiswa Ignacy Łukasiewicz Scholarship Programme yang dikirim beberapa bulan yang lalu juga masuk pertimbangan untuk mendapatkan rekomendasi pembiayaan.

Suatu kebahagiaan sekaligus setelah badai menerpa selama beberapa bulan kemarin. Namun, entah kenapa langkahnya seperti mantap buat milih PMDSU walaupun sempat lihat dan dengar cerita dari kakak kelas yang jadi awardee PMDSU tentang perlunya banyak bersabar dengan beasiswa ini dan mengharuskan untuk meninggalkan impian pergi ke Olsztyn. Atas pertimbangan orangtua pun, yang tadinya ga ngizinin sama sekali untuk kuliah lagi, tapi setelah mereka lihat form pendaftaran beasiswa PMDSU justru sangat mendukung dan ingin anaknya lanjut sekolahnya di dalam negeri aja. Suatu kondisi yang entah bagaimana caranya membuat perasaan ini campur aduk.

Biarpun Olsztyn, Warsawa, atau kota lain di Polandia belum berjodoh dengan gue buat bisa ketemu dan saling lihat saat ini, namun gue percaya di akhir tahun pendidikan PMDSU ini bisa juga punya kesempatan ngunjungin Geissen sebagai jodoh pelengkapnya Bogor.

So, apapun impian kamu, apapun recana kamu. Silahkan dibangun sebagus-bagusnya, namun jangan pernah lupain kalau semuanya akan dibalikkan lagi pada takdir yang udah Alloh tentukan buat hidup kamu.

Seperti halnya impian untuk mengunjungi Bangkok waktu 2015 lalu dan ternyata dikabulkan. Mimpi yang satu ini juga harus dipupuk dari awal:

"Menjadi Doktor sebelum umur 30 tahun hanya dalam waktu 4 tahun, dibimbing oleh Profesor handal di bidangnya, berkesempatan menjadi seorang calon dosen dan peneliti, serta berkesempatan untuk kembali menginjakkan kaki ke tanah asing."

Keep your dreams and make it real with the big effort

Semoga langkah yang dipilih ini benar dan diridhoi. Semoga dimudahkan semuanya. Aamiin.
.
.
.
.
.
Rifky Rizkiantino - Awardee Beasiswa PMDSU Batch IV Angkatan Tahun 2018 Kemristekdikti