Cursor

SpongeBob SquarePants Mr. Krabs

Tuesday, April 24, 2012

Demam, Baik atau Buruk?

Ketika saya masih berada di semester pertama menjadi mahasiswa Kedokteran Hewan dan mendapatkan pemahaman materi mengenai beberapa anggota kingdom Protista yang bersifat patogen pada mata kuliah Biologi dasar , saya pernah berpikir dengan polosnya, “Lho, kenapa sih kok demam itu harus diturunkan? Bukannya bagus ya? Kan bakteri patogen pada umumnya adalah jenis yang ga akan bertahan pada suhu tinggi karena mereka itu tidak memiliki stuktur membran sel yang berantai karbon panjang dan bercabang, jadi kan mereka bisa dimatikan dengan suhu tinggi ketika demam?”. Namun, karena terlalu takut dan saya tergolong tipe orang yang enggan untuk bertanya dan selalu ingin menyimpulkan sesuatunya sendiri, maka saya mengurungkan niat untuk mengutarakan pertanyaan polos tersebut kepada dosen yang mengajar saya ketika itu. Inilah alasan hipotesa saya pada waktu itu mengapa saya lebih setuju kalau misalnya demam itu dibiarkan saja turun dengan sendirinya dan tidak perlu pasien diberikan obat antipiretik.
Bakteri patogen adalah jenis bakteri yang dapat menyebabkan suatu penyakit kepada inang yang ia tumpangi. Biasanya bakteri jenis ini memiliki stuktur membran yang tidak memiliki rantai karbon bercabang pada fosfolipidnya. Contoh bakteri yang termasuk ke dalam bakteri patogen yang apabila menyerang inangnya menyebabkan penyakit dengan gejala atau symptom demam tinggi (FAO 2008) adalah Leptospira sp. yang merupakan penyebab penyakit zoonosis Leptospirosis pada berbagai hewan dan juga dapat menyerang manusia yang ditularkan melalui air seni dari individu yang terserang penyakit ini atau di masyarakat lebih dikenal penyakit yang berasal dari air seni tikus (Anonim 2008). Bakteri ini akan mati pada suhu 50℃-55℃ (Anonim 2008). Walaupun demam tidak mungkin mencapai suhu setinggi itu, namun setidaknya demam dapat menghambat pertumbuhan bakteri tersebut di dalam tubuh.

Namun apa yang saya pikirkan ternyata sangat keliru. Ketika pada semester kedua, dosen Biokimia saya mengingatkan saya tentang satu hal. Saya lupa, bahwa suhu tinggi pada tubuh justru sangat berakibat fatal terhadap homeostatis. Tubuh makhluk hidup sebagian besar dibangun oleh protein. Protein merupakan makromolekul yang memiliki sifat terdenaturasi ketika suhu lingkungan menjadi tinggi melebihi suhu normal dan ini juga yang berlaku untuk protein-protein yang terdapat di dalam tubuh. Enzim adalah salah satu protein di dalam tubuh manusia dan hewan. Enzim juga dapat terdenaturasi akibat adanya pemanasan. Apabila enzim mengalami hal demikian, maka enzim menjadi inaktif untuk dapat mengikat substat akibat terjadinya perubahan bentuk sisi aktifnya. Hal inilah yang menyebabkan individu apabila terkena gejala demam menjadi lesu akibat sulitnya makanan untuk dicerna karena enzim pencerna makanan menjadi inaktif dan akibat yang lebih fatal lagi mungkin dapat menyebabkan kematian. Maka dari itu, saya jadi berpikir lagi, apabila demam tidak diturunkan dengan memberikan obat jenis antipiretik kepada pasien, seperti paracetamol, maka yang saya lakukan justru akan menyebabkan pasien saya semakin bertambah saja sakitnya atau mungkin malah akan membunuh pasien.

Ini menyadarkan saya bahwa seorang calon dokter hewan hendaknya tidak terburu-buru dalam mengambil sebuah kesimpulan ketika mendiagnosa. Dengan mempertimbangkan berbagai hal merupakan cara terbaik agar didapatkan sebuah kesimpulan yang paripurna dan dihasilkan sebuah pengobatan yang tepat dan cepat. Saya sangat berharap adanya sebuah pengecekan terhadap artikel ini apabila terdapat hal-hal yang belum atau tidak sesuai dengan literatur karena pada dasarnya saya tetap seorang mahasiswa Kedokteran Hewan yang masih perlu bimbingan dalam hal menganalisis suatu aspek klinis.

Terima kasih.


Daftar Pustaka

[Anonim]. 2008. Leptospirosis pada babi. http://www.vet-klinik .com/Peternakan/Leptospirosis-pada-babi.html (16 April 2012).

________. 2008. Leptospirosis. http://www.vet-indo.com/Kasus-Medis/Leptospirosis.html (16 April 2012).

[FAO]. 2008. Manual untuk Paramedis Kesehatan Hewan. Sleman: PT Tiara Wacana Yogya.

No comments: