Ketika tunas ini tumbuh,
Serupa tubuh yang mengakar,
Setiap nafas yang terhembus, adalah kata
Angan debur dan emosi bersatu dalam jubah terpautan
Tangan kita terikat,
Lidah kita menyatu,
Maka setiap apa terucap adalah sabda pentitah Ratu
Diluar itu pasir,
Diluar itu debu,
Hanya angin meniup saja,
Lalu terbang hilang tak ada
Tapi kita tetap menari,
Menari cuma kita yang tahu
Jiwa ini tandu, maka duduk saja,
maka akan kita bawa, semua
Karena
Kita
Adalah
Satu
#Puisi tokoh "Cinta" - Ada Apa Dengan Ingin Cinta
No comments:
Post a Comment